KOMUNIKASI DALAM JARINGAN KOMPUTER

Perjalanan dengan rute dari pengirim ke penerima

Suatu data/paket yang dikirimkan dari satu ke yang lainnya pasti terdapat suatu rute/jalan yang akan dilalui oleh data tersebut, dan tentu saja sebuah data yang besar tidak dapat langsung dikirim/diterima, karena bandwidth yang terbatas, Bandwidth adalah suatu nilai konsumsi transfer data yang dihitung dalam bit/detik atau yang biasanya disebut dengan bit per second (bps), antara server dan client dalam waktu tertentu, serta jika aliran data besar terjadi akan mengakibatkan penundaan yang signifikan, Lalu bagaimana data itu bisa terkirim? Dalam proses pengiriman data ada yang disebut segmentation atau yang kita sebut segmentasi, segmentasi adalah proses pemecahan data/paket menjadi beberapa bagian dengan mengirimkan potongan individu yang lebih kecil dari sumber ke tujuan, banyak percakapan yang berbeda dapat disisipkan pada jaringan, yang disebut multiplexing. Segmentasi dapat meningkatkan efisiensi komunikasi jaringan. Jika bagian dari pesan gagal sampai ke tujuan, karena kegagalan jaringan atau kemacetan jaringan, hanya bagian yang hilang yang perlu dipancarkan ulang.

Bisa kita lihat pada gambar petama diatas, atau bisa lihat gambar dibawah ini

 

Pada gambar itu terdapat banyak sekali router dan jalur yang berbeda berbeda, data yang terkirim pasti melewati salah satu/ banyak dari sekian jalur yang ada, dalam peng-rute-an (routing) terdapat beberapa macam :

  1. Static routing / routing statis

Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer.  Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam  forwarding  table  di  setiap router yang berada di jaringan tersebut.

  1. RIPV1

merupakan routing information protokol yang memberikan routing table berdasarkan router yang terhubung langsung, Kemudian router selanjutnya akan memberikan informasi router selanjutnya yang terhubung langsung dengan itu. Adapun informasi yang dipertukarkan oleh RIP yaitu : Host, network, subnet, rute default.

Karakteristik RIPV1 adalah:

  1. Menggunakan metric yaitu hop count
  2. Maximum hop count adalah 15. 16 dianggap sebagai unreachable
  3. Mengirimkan update secara periodic setiap 30 sec
  4. Mengirimkan update secara broadcast ke 255.255.255.255
  5. Mendukung 4 path Load Balancing secara default maximumnya adalah 6
  6. Menjalankan auto summary secara default Paket update RIP yang dikirimkan bejenis UDP dengan nomor port 520
  7. Paket update RIP yang dikirimkan bejenis UDP dengan nomor port 520
  8. Bisa mengirimkan paket update RIP v.1 dan bisa menerima paket update RIP v.1 dan v.2
  9. Berjenis classful routing protocol sehingga tidak menyertakan subject mask
  1. dalam paket update.Akibatnya RIP v.1 tidak mendukung VLSM dan CIDR.
    1. Mempunyai AD 120

 

  1. RIP V2

Secara umum RIPv2 tidak jauh berbeda dengan RIPv1. Perbedaan yang ada  terlihat pada informasi yang ditukarkan antar router. Pada RIPv2 informasi yang dipertukarkan yaitu terdapat autenfikasi pada RIPv2 ini.

 

  1. IGRP

sebuah routing protocol berpemilik yang dikembangkan pada pertengahan tahun 1980-an oleh Cisco Systems, Inc Cisco tujuan utama dalam menciptakan IGRP adalah untuk menyediakan protokol yang kuat untuk routing dalam sistem otonomi (AS). IGRP memiliki hop maksimum 255, tetapi defaultnya adalah 100. IGRP menggunakan bandwidth dan garis menunda secara default untuk menentukan rute terbaik dalam sebuah internetwork (Composite Metrik).

 

  1. EIGRP

Distance vector protocol merawat satu set metric yang kompleks untuk jarak  tempuh ke jaringan lainnya. EIGRP menggabungkan juga konsep link state protocol. Broadcastbroadcast di-update setiap 90 detik ke semua EIGRP router berdekatan. Setiap update hanya memasukkan perubahan jaringan. EIGRP sangat cocok untuk jaringan besar. Pada EIGRP ini terdapat dua tipe routing protokol yaitu dengan distance vektor dan dengan Link state. IGRP dan EIGRP sama-sama sudah mempertimbangkan masalah bandwitdh yang ada dan delay yang terjadi.  

Karakteristik

  1. Penerus dari IGRP, CISCO proprietary
  2. Memanfaatkan triggered update, partial, dan bounded update
  3. Partial artinya routing update yang dikirimkan tidak keseluruhan, namun hanya route2 yang berubah Bounded artinya hanya akan dikirimkan kepada router2 yang membutuhkan -> alamat multicast (224.0.0.10) Memanfaatkan algoritma DUAL (Diffused Update Algorithm) untuk mencari successor (best path), dan feasible successor (backup path)

 

  1. Open Shortest Path First (OSPF) Protocol / graph protocol

Protokol OSPF (RFC 2328) sekarang banyak digunakan sebagai protokol router interior di Jaringan TCP / IP. OSPF menghitung rute melalui internet yang paling sedikit biaya berdasarkan metrik biaya yang dapat dikonfigurasi pengguna. Pengguna dapat mengonfigurasi biaya, mengekspresikan fungsi penundaan, kecepatan data, biaya dolar, atau faktor lainnya.

OSPF mampu menyamakan beban di atas beberapa jalur biaya yang sama. Setiap router memelihara database yang mencerminkan topologi yang dikenal sistem otonom yang merupakan bagiannya. Topologi dinyatakan sebagai terarah grafik. Grafik ini terdiri dari hal-hal berikut:

  • Verteks, atau simpul, dari dua jenis:
  1.  router
  2. jaringan, yang pada gilirannya terdiri dari dua jenis

a.   transit, jika dapat membawa data yang tidak berasal atau berakhir pada akhir sistem yang terpasang ke jaringan ini

b.   rintisan, jika bukan jaringan transit 

  • Tepian dua jenis:
  1.  grafik tepi yang menghubungkan dua simpul router saat yang sesuai router saling terhubung satu sama lain melalui tautan langsung point-to-point
  2. tepi grafik yang menghubungkan vertex router ke jaringan vertex ketika router terhubung langsung ke jaringan

 

Gambar diatas berdasarkan pada RFC 2328, menunjukkan contoh otonomsistem, dan Gambar dibawahnya adalah grafik diarahkan yang dihasilkan.

 

Pemetaannya sangat mudah:

  • Dua router yang tergabung dengan tautan titik-ke-titik diwakili dalam grafik sebagai sedang langsung dihubungkan dengan sepasang sisi, satu di setiap arah (misalnya, router 6 dan 10).
  • Ketika beberapa router terhubung ke jaringan (seperti LAN atau packet switching jaringan), grafik yang diarahkan menunjukkan semua router terhubung secara bidirectional ke titik jaringan (mis., router 1, 2, 3, dan 4 semua terhubung ke jaringan 3).
  • Jika satu router terhubung ke jaringan, jaringan akan muncul dalam grafik sebagai koneksi rintisan (mis., jaringan 7).
  • Sistem akhir, yang disebut host, dapat langsung terhubung ke router, di mana case ini digambarkan dalam grafik yang sesuai (misalnya, host 1).
  • Jika router terhubung ke sistem otonom lain, maka biaya jalannya setiap jaringan dalam sistem lain harus diperoleh oleh beberapa router eksterior protokol (ERP). Setiap jaringan tersebut direpresentasikan pada grafik oleh sebuah rintisan dan sebuah keunggulan Biaya dikaitkan dengan sisi output dari setiap antarmuka router. Biaya ini dapat dikonfigurasi oleh administrator sistem. Arcs pada grafik diberi label dengan biaya antarmuka output router yang sesuai. Arcs tidak memiliki biaya berlabel biaya 0. Perhatikan bahwa busur yang mengarah dari jaringan ke router selalu memiliki biaya 0.                  
  • IS-IS

Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) spesifikasi router dinamis. IS-IS digambarkan dalam ISO/IEC 10589 IS-IS jaringan protokol router antar jaringan Negara yang berfungsi sebagai informasi jaringan Negara. Melalui jaringan tersebut untuk membikin sebuah topologi jaringan. IS-IS maksud utamanya untuk penghubung OSI paket dari CNLP (connectionless Network Protokol) tapi telah mempunyai kapasitas untuk menghubungkan paket IP. Ketika paket IP terintegrasi dalam IS-IS menyediakan kemampuan untuk menghubungkan protokol luar dari OSI family seperti IP. Serupa dengan OSPF, IS-IS didirikan sebuah arsitektur hierarki dari jaringan tersebut. IS-IS menghasilkan dua tingkatan level, level (1) untuk dalam area dan level (2) untuk antar area.

  1. BorderGatewayProtocol (BGP)

Sebuah sistem antar autonomous routing protocol. Sistem autonomous adalah sebuah jaringan atau kelompok jaringan di bawah administrasi umum dan dengan kebijakan routing umum. BGP digunakan untuk pertukaran informasi routing untuk Internet dan merupakan protokol yang digunakan antar penyedia layanan Internet (ISP). Pelanggan jaringan, seperti perguruan tinggi dan perusahaan, biasanya menggunakan sebuah Interior Gateway Protocol (IGP) seperti RIP atau OSPF untuk pertukaran informasi routing dalam jaringan mereka. Pelanggan menyambung ke ISP, dan ISP menggunakan BGP untuk bertukar pelanggan dan rute ISP . Ketika BGP digunakan antar Autonom System (AS), protokol ini disebut sebagai External BGP (EBGP). Jika penyedia layanan menggunakan BGP untuk bertukar rute dalam suatu AS, maka protokol disebut sebagai Interior BGP (IBGP).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *